Liga Universitas Coca-Cola 2026 Tutup Kompetisi, Ratu Tisha Soroti Peran Sepak Bola Bentuk Karakter Mahasiswa
2026-08-23 23:32:28 By Messi
Liga Universitas Coca-Cola 2026 resmi menuntaskan rangkaian kompetisinya setelah berlangsung lebih dari empat bulan. Ajang yang memadukan olahraga dan pendidikan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, karena dinilai mampu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan prestasi sekaligus karakter.
Kompetisi yang dimulai pada 18 April 2026 itu berakhir pada Minggu (23/8/2026). Sebanyak 15 tim perguruan tinggi dari Jakarta dan Bandung ambil bagian dengan total 98 pertandingan yang digelar selama turnamen berlangsung.
Bagi Ratu Tisha, kompetisi sepak bola antarkampus memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar memperebutkan gelar juara. Lingkungan olahraga dapat menjadi tempat mahasiswa mengasah berbagai kemampuan yang berguna dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, hingga rasa percaya diri merupakan sejumlah nilai yang dapat tumbuh melalui pengalaman bertanding dan berorganisasi.
“Liga Universitas Coca-Cola menjadi contoh bahwa pendidikan dan sepak bola bisa berjalan bersama untuk memberikan dampak lebih luas bagi generasi muda, bukan hanya tentang memenangkan pertandingan,” kata Ratu Tisha Destria, yang juga merupakan Pendiri Yayasan Grha Gemah Nusa.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membantu mahasiswa menemukan dan mengembangkan potensi mereka. Aktivitas olahraga dapat melengkapi proses pembelajaran di ruang kelas dengan pengalaman nyata dalam membangun karakter.
Namun, menurut Ratu Tisha, upaya menciptakan ekosistem pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kerja sama antara dunia olahraga, kampus, pemerintah, dan sektor swasta dibutuhkan agar semakin banyak mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
“Pengembangan seperti ini memerlukan kolaborasi erat dari berbagai pihak supaya semakin banyak anak muda Indonesia mendapatkan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menunjukkan potensinya,” ujarnya.
Liga Universitas Coca-Cola 2026 terbagi dalam dua wilayah kompetisi, yakni Regional Jakarta dan Regional Bandung. Selain menjadi arena pertandingan, program tersebut juga mendorong mahasiswa memperkuat mental, membangun relasi, meningkatkan kemampuan bekerja sama, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Dampak program tersebut bahkan melampaui kompetisi di dalam negeri. Dua mahasiswa, Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mendapat kesempatan membawa nama Indonesia dalam program internasional bertajuk “One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHQ), New York, pada 17 Juli 2026. Kehadiran keduanya menunjukkan bahwa kompetisi mahasiswa dapat menjadi pintu menuju pengalaman dan jejaring di tingkat global.
Dari sisi prestasi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tampil sebagai kampiun Regional Jakarta. UNJ memastikan gelar juara setelah menghancurkan Universitas Pakuan dengan skor 16-0 dalam pertandingan di Stadion PTIK, Jakarta Selatan.
UNJ juga menutup kompetisi tanpa kekalahan. Dari 14 pertandingan, mereka mengumpulkan 38 poin. Sementara di Regional Bandung, STKIP Pasundan keluar sebagai pemenang setelah mengoleksi 36 poin dari 12 pertandingan.
Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, mengatakan dukungan terhadap kompetisi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui sepak bola.
Menurut Eva, kompetisi bukan hanya memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanding, tetapi juga menjadi sarana belajar, membangun relasi, dan mengembangkan potensi bersama.
“Coca-Cola merasa senang bisa menjadi bagian dari wadah yang memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanding sekaligus belajar dan berkembang. Kami berharap kolaborasi dengan berbagai mitra dapat membuat Liga Universitas Coca-Cola terus memberi manfaat bagi talenta sepak bola dan komunitas mahasiswa di Indonesia,” kata Eva.
Komitmen tersebut turut dilanjutkan melalui Student Ambassador Program. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, mengelola kegiatan, membangun kolaborasi komunitas, serta merancang aktivitas kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya Liga Universitas Coca-Cola 2026, kompetisi tersebut tidak hanya meninggalkan daftar juara. Ajang ini juga memperlihatkan bagaimana sepak bola di lingkungan kampus dapat menjadi sarana pembelajaran, pembentukan karakter, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.
Sedang Tayang